Kewajiban Berdakwah


Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. QS. Ali Imran : 104
Cukup banyak ayat-ayat yang menyerukan kewajiban dakwah kepada umat muslim, salah satu diantaranya ayat di atas. Seruan tersebut menegaskan bahwa Setiap muslim adalah Da'i, yaitu seseorang yang menyampaikan pesan-pesan tentang ajakan menuju jalan Allah (amar ma'ruf nahi munkar) kepada umat. Sebab, setiap muslim berkewajiban untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar. Sayang sekali pemahaman kewajiban dakwah pada umumnya dipahami hanya untuk orang tertentu saja, yakni para ustad atau kiai, sehingga seringkali kita jumpai ungkapan seseorang yang apabila melihat kemaksiatan berkata : "Itu bukan urusan saya, tapi urusan ustad atau kiai." Padahal merujuk ayat di atas jelas bahwa dakwah merupakan kewajiban bagi setiap orang. Hal ini ditegaskan pula dalam hadits. Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda :

"Barang siapa melihat kemunkaran dilakukan dihadapannya maka hendaklah ia mencegah dengan tangannya, jika tidak mampu cegahlah dengan lidahnya, jika tidak mampu maka hendaklah dia merasa benci di dalam hatinya, dan ini selemah-lemahnya iman" (HR. Muslim). 

Dakwah tidak mengenal tempat dan sasaran tertentu, dakwah harus terus dilakukan baik di negeri-negeri yang mayoritas muslim, maupun di negara-negara yang mayoritas non muslim seperti Australia. Dakwah juga ditujukan kepada seluruh manusia baik muslim maupun non muslim, dakwah kepada non muslim bertujuan untuk mengajak masuk kepada Islam, sedangkan dakwah kepada muslim bertujuan untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam. Jumlah populasi muslim yang terus meningkat, serta kesadaran untuk menjalankan ajaran Islam di Australia adalah disebabkan adanya orang-orang yang senantiasa sadar akan kewajiban dakwah dan selalu melaksanakan aktifitas dakwah dari waktu ke waktu.

Dari hal di atas, maka sudah saatnya kita ikut serta berperan aktif dalam segala bentuk aktifitas dakwah. Tidak ada dalih bahwa "saya belum sempurna," ataupun alasan "saya masih belajar." Karena menurut Imam Said bin Jubair, "Jika seseorang tidak mau mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah kemunkaran sehingga keadaan dirinya sempurna, maka tidak akan ada seorangpun yang akan mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah kemunkaran." Iman Malik mendukung pendapat Imam Said bin Jubair ini, dan beliau sendiri menambahkan, "Dan siapakah diantara kita yang lengkap dan sempurna?".

Rasulullah SAW melaksanakan tugas dakwah tidak menunggu seluruh wahyu selesai. Rasulullah SAW juga menyuruh seorang sahabat yang baru bersyahadat dan mendapatkan pengajaran tentang syahadat untuk mengajarkan kalimat syahadat yang telah dipelajarinya kepada orang disekitarnya. Begitu juga dengan diri kita dituntut untuk senantiasa menyampaikan apa yang telah kita pahami dan kita laksanakan, serta senantiasa berusaha memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Related Posts:

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
© Copyright 2010 | Yayasan Gerakan Infaq | Powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani